Bursa Saham Jepang menguat untuk pertama kalinya dalam 3 hari terakhir, hal itu ditopang oleh kenaikan saham perusahaan eksplorasi energy pasca harga minyak rebound diakhir sesi perdagangan AS.

Indeks Topix menguat 0.5% ke level 1,365.36 pukul 9:02 pagi waktu Tokyo, dengan 29 saham dari 33 grup industri menguat. Sedangkan Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0.6% ke level 16,895.37. Sementara yen melemah 0.2% ke level 117.53 per dolar setelah kemarin melonjak 0.5%. Bursa Saham AS membalikkan penurunan diakhir sesi perdagangan saham akibat kenaikan harga minyak. Di lain pihak tembaga turun ke level harga intraday terendah sejak 2009 silam dan nikel, seng dan timah turun lebih dari 2%.

Kontrak minyak berjangka naik sekitar 5% di menit-menit akhir sesi perdagangan saham AS, menjelang berakhirnya opsi konrak. Kenaikan tersebut muncul meskipun rilis data dari pemerintah menunjukkan pasokan minyak mentah AS naik ke level 6 bulan tertingginya seiring produksi dan impor naik.

Kemarin survei Federal Reserve™s Beige Book dirilis dan menunjukkan bahwa mayoritas wilayah regional AS mengalami œrendah atau œsedang yang mana kenaikan dipicu oleh melonjaknya belanja konsumen, ketika wilayah-wilayah lainnya baru-baru ini terkena momentum kenaikan pada penurunan harga gas serpih, kenaikan pekerjaan dan investasi, hal itu mengindikasikan penurunan harga minyak akan berdampak secara negatif pada perekonomian.

Penurunan drastis pada penjulana ritel dalam hampir setahun terakhir telah memicu beberapa ekonom menurunkan perkiraan belanja AS dan pertumbuhan ekonomi, sehingga mempertegas kekhawatiran mengenai pelambatan ekonomi global pasca Bank Dunia pada pekan ini menurunkan prediksi perekonomian dunia.