PT Equity World Futures: Meski bursa regional Asia berada dalam tren positif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan stagnan dan cenderung melemah. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan belum terlihatnya kecenderungan aksi beli membuat indeks bergerak terbatas.

Potensi pelemahan indeks terlihat pada penutupan perdagangan Jumat (15/8). Saat itu, IHSG melemah 0,13 persen dan berada di level 5.148,96. Volume transaksi saham mencapai 5,7 miliar lembar dengan nilai Rp7,5 triliun. Beruntung, investor asing masih berada dalam posisi nett buy Rp119 miliar.

Penurunan indeks terjadi bersamaan dengan tren positif di pasar modal regional. IHSG bergerak berlawanan arah setelah pemerintah mengumumkan beberapa asumsi makro ekonomi dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015. Besarnya nilai subsidi bahan bakar dan ruang fiskal yang cukup sempit membuat investor pesimistis dengan prospek ekonomi Indonesia.

Isu anggaran dan asumsi ekonomi makro kemungkinan masih menghambat laju IHSG pada pekan ketiga Agustus 2014. Ditambah potensi melemahnya indeks saham di bursa efek Eropa dan Amerika Serikat akibat konflik politik yang mengancam krisis energi di Rusia, membuat laju IHSG semakin tersendat.

Di pasar uang, rupiah kini berada di level 11.678 per dolar setelah menguat 0,01 persen pada Jumat lalu. Pergerakan rupiah searah dengan mata uang negara-negara Asia dan euro. Namun rupiah bisa terancam oleh isu membengkaknya defisit neraca transaksi berjalan dan potensi krisis anggaran pada pemerintahan baru.

Pada hari ini, Senin (18/8), rupiah diperkirakan berada di kisaran 11.625-11.700 per dolar per dolar. Sedangkan IHSG berada dalam tren jenuh beli dan diperkirakan bergerak di interval 5.150-5.200.

Sumber berita: www.plasadana.com