Equity World – Pasar saham Eropa terlihat akan dibuka menguat pada Rabu (21/07) petang setelah menjalani awal pekan yang bergejolak seiring berlanjutnya musim pendapatan dan menjelang pertemuan kebijakan European Central Bank (ECB).

Pada pukul 14.21 WIB, DAX futures Jerman naik 0,15% di 15.271,5, CAC 40 futures Prancis menguat 1,10% ke 6.412,5 dan FTSE 100 futures di Inggris melesat naik 1,29% di 6.901,5 menurut data Investing.com. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat 0,18% di 6.028,20.

Indeks saham di Eropa ditutup di zona hijau pada Selasa. DAX naik 0,6%, CAC 40 naik 0,8% dan FTSE 100 0,5% lebih tinggi, rebound setelah mencatatkan kerugian tajam pada Senin setelah munculnya kekhawatiran atas lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini akan menggagalkan pemulihan ekonomi global.

Ada pula cerita hampir mirip di Wall Street. Blue chip Dow Jones Industrial Average naik sekitar 550 poin pada hari Selasa usai investor kembali pasca penurunan hari Senin lebih dari 700 poin.

Sementara ketidakpastian yang disebabkan oleh peningkatan angka kasus infeksi virus corona global, yang terutama disebabkan oleh varian delta yang sangat mudah menular, tetap ada, investor juga mengalihkan fokusnya ke musim pendapatan kuartalan.

Julius Baer (SIX:BAER) kemungkinan akan menjadi sorotan Rabu setelah manajer kekayaan yang berbasis di Zurich ini membukukan kenaikan laba bersih setengah tahun sebesar 23,4% menjadi 606,0 juta franc Swiss ($657,9 juta). Adapun laba produsen obat Novartis (SIX:NOVN) melampaui ekspektasi untuk kuartal II sambil mempertahankan proyeksi tahun 2021.

Ada juga revisi kenaikan proyeksi dari SAP (DE:SAPG), perusahaan perangkat lunak terbesar di Eropa, dan peritel asal Inggris Next (LON:LON:NXT), yang terakhir mengatakan bahwa penjualan hingga Juni “secara mendasar di depan” ekspektasi. Produsen cat Akzo Nobel (AS:AKZO) juga mengalahkan perkiraan tetapi memperingatkan masalah yang ada sejak lama yakni biaya dan ketersediaan bahan baku.

Di sisi lain, produsen mobil Jerman Daimler (OTC:DDAIF) mengatakan bahwa kekurangan chip semikonduktor global akan terus mempengaruhi bisnisnya pada paruh kedua tahun 2020 dan penjualan mobil kuartal ketiganya akan menjadi sama atau di bawah kuartal kedua.

Selain itu, European Central Bank memulai pertemuan dua hari pada hari Rabu, setelah menaikkan target inflasi menjadi 2% awal bulan ini. Presiden ECB Christine Lagarde baru-baru ini meningkatkan minat pasar saat ia menjanjikan “variasi dan perubahan yang menarik” pada pengumuman kebijakan hari Kamis dan konferensi persnya.

Sedangkan, harga minyak kembali naik pada Rabu petang menyusul peningkatan mengejutkan stok minyak mentah AS pekan lalu kala meningkatnya infeksi Covid-19 mengancam prospek permintaan.

Stok minyak mentah AS naik 0,81 juta barel untuk pekan terakhir 15 Juli, American Petroleum Institute melaporkan datanya sendiri Selasa malam setempat, yang akan menjadi kenaikan pertama sejak Mei, jika dikonfirmasi oleh angka dari Badan Informasi Energi (EIA) nanti Rabu.

Harga minyak mentah telah mengalami aksi jual besar dalam beberapa hari terakhir, setelah naik ke level tertinggi sejak 2014 awal bulan ini. Ini karena kasus Covid-19 menyebar ke AS dan Eropa dari Asia.

Pada pukul 14.56 WIB, harga minyak AS naik 0,54% di $67,56 per barel dan harga minyak Brent terus naik 0,55% di $69,73 per barel.

Selain itu, harga emas berjangka terus turun 0,21% di 1.807,55 dan EUR/USD juga melemah 0,16% di 1,1760.

Sumber : Investing
Equityworld Futures