Equityworld – Saham-saham di Asia Pasifik mayoritas naik pada Kamis (12/08) pagi di tengah tanda-tanda bahwa inflasi AS bergerak moderat dan kembali surutnya kekhawatiran atas penurunan aset Federal Reserve AS yang lebih awal dari perkiraan.

Nikkei 225 Jepang naik 0,23% di 28.135,50 pukul 10.09 WIB menurut data Investing.com. KOSPI Korea Selatan naik tipis 0,10% ke 3.223,78 di mana negara tersebut melaporkan rekor 2.200 kasus harian COVID-19, Menteri Kesehatan Korea Selatan Deok-Cheol Kwon mengatakan pada hari Rabu.

Di Australia, ASX 200 naik tipis 0,10% di 7.592,10 sementara Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,29% ke 26.583,37. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat 0,34% ke 6.108,90 pukul 10.27 WIB.

Shanghai Composite China melemah 0,29% di 3.522,53 pukul 10.18 WIB sedangkan Shenzhen Component turun 0,62% ke 14.928,40. Kekhawatiran bahwa platform teknologi asuransi akan menjadi sektor terbaru yang menghadapi ketatnya peraturan di China setelah Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi China meningkatkan pengawasan terhadap sektor ini. People’s Bank of China (PBOC) juga menghadapi seruan untuk memangkas suku bunga pasalnya wabah COVID-19 terbaru di negara itu mengancam pemulihan ekonomi.

Treasury benchmark AS 10 tahun memangkas kenaikan setelah mencatat lelang yang kuat dan usai rilis data inflasi AS terbaru. CPI inti naik lebih rendah dari perkiraan 0,3% bulan ke bulan pada Juli.

Namun, petinggi Fed menawarkan pandangan berbeda tentang implikasi data terhadap kerangka waktu pengurangan aset bank sentral. Presiden Fed Kansas City Esther George menyerukan untuk kembali ke tingkat norma pra-COVID-19 karena pasar tenaga kerja diperkirakan akan melanjutkan kenaikannya.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic lebih berhati-hati. Ia mengatakan bahwa komitmen The Fed untuk lapangan kerja maksimum menyiratkan suku bunga tidak akan dinaikkan terlalu cepat dan tekanan inflasi tampaknya bersifat sementara.

Beberapa investor menyarankan bahwa lebih banyak data diperlukan untuk mengetahui apakah tekanan inflasi mulai surut.

“Ada banyak hal yang dibaca dari bulan ke bulan, tetapi satu bulan tidak membuat tren,” kepala ekonom Robertson Stephens Wealth Management Jeanette Garretty mengatakan kepada Bloomberg, mengacu pada data.

“Agak terlalu dini untuk mengatakan bahwa ini adalah bukti konklusif bahwa kita dapat melihat sebagian dari panas pada harga akan turun. Sebagian panasnya mati tetapi tidak semua panasnya mati.”

Sumber : Investing, Reuters
Equityworld Futures