Equityworld Futures – Saham-saham di Asia Pasifik bergerak variasi pada Selasa (20/04) pagi di mana jumlah kasus COVID-19 global mengalami peningkatan dan beberapa pendapatan perusahaan yang lebih lemah dari perkiraan membebani sentimen investor.

Shanghai Composite China menguat 0,29% di 3.487,60 pukul 10.53 WIB menurut data Investing.com sedangkan Shenzhen Component naik 0,44% ke 14.179,75. Presiden Xi Jinping akan memberikan pidato video kepada para peserta di Boao Forum for Asia, atau jawaban China untuk Davos World Economic Forum tahunan, di kemudian hari.

Peserta lain di forum virtual tersebut yakni termasuk Tim Cook dari Apple Inc. (NASDAQ:AAPL) dan Elon Musk dari Tesla Inc. (NASDAQ:TSLA).

Di China, People’s Bank of China (PBOC) juga mempertahankan tingkat bunga pinjaman stabil sebesar 3,85% sebelumnya.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,06% di 29.099,62 pukul 10.59 WIB.

Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah 0,65% ke 6.013,19 pukul 11.09 WIB.

Di Australia, ASX 200 turun 0,54% di 7.027,60 pukul 11.00 WIB setelah Reserve Bank of Australia merilis risalah dari pertemuan kebijakan terbaru sebelumnya.

Nikkei 225 Jepang jatuh 1,95% di 29.107,50 pukul 11.02 WIB. Regulator kesehatan Jepang dilaporkan meminta data tambahan tentang pembekuan darah yang telah menghambat AstraZeneca PLC (LON:AZN) dan COVID-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford baik di negara tersebut maupun di tempat lain. Vaksin itu sedianya akan mendapat persetujuan Jepang pada bulan Mei, tetapi tenggat waktu ini bisa ditunda karena regulator masih menunggu data lanjutan.

KOSPI Korea Selatan menguat 0,57% di 3.217,19 pukul 11.03 WIB.

Seputar bank sentral, Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan keputusan kebijakan pada hari Kamis.

Selasa pagi adalah kasus deja-vu bagi beberapa investor, karena “sesi Asia tampak seperti kelanjutan dari apa yang kita lihat semalam, di mana saham teknologi tertekan di AS,” Kepala Strategi Pasar CMC Markets Mick McCarthy mengatakan kepada Reuters.

Sementara itu, saham Tesla anjlok semalam setelah salah satu kendaraannya, yang diyakini mengemudi sendiri, menabrak pohon di utara Houston pada hari Sabtu, menewaskan dua penumpangnya.

Investor akan terus memantau pendapatan untuk mencari petunjuk bahwa sektor swasta pulih dari COVID-19, menyusul laporan International Business Machines Corp. mengenai perolehan pendapatan pertamanya dalam sebelas kuartal selama laporan pendapatan terbarunya.

Bahkan dengan saham global saat ini diperdagangkan mendekati rekor tertinggi, investor lain khawatir tentang koreksi yang akan segera terjadi.

“Kami pikir pasar sedikit berlebihan di sini,” kepala strategi pasar Morningstar Investment Services AS Dave Sekera mengatakan kepada Bloomberg.

Sekera menambahkan meskipun ekuitas AS secara luas terlihat sekitar 5% dinilai terlalu tinggi, “kami mengatakan bahwa kami masih melihat nilai di beberapa area, kategori nilai menjadi satu.”

Investor terus memantau pendapatan perusahaan saat musim sedang berlangsung bersamaan dengan situasi COVID-19 global.

 

Sumber : Reuters, Investing
PT Equityworld Futures