PT Equityworld Futures: Bertahun-tahun warga di daerah perbatasan Kalimantan Barat, tepatnya Lubuk Antu dan Badau, mendapatkan pasokan BBM dari Malaysia. Jumlahnya sekitar 25 kiloliter (KL) per hari.

“Sebenarnya kita malu ya, masak BBM untuk warga kita di sana dipasok oleh Malaysia,” ucapnya Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa kepada detikFinance, ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (23/5/2014).

Fanshurullah mengungkapkan, tidak hanya BBM saja, warga di sana sebagian besar kebutuhannya mulai dari gula, beras, dan produk makanan dan minuman lainnya banyak dipasok dari negeri Jiran.

“Kita tentu khawatir rasa nasionalismenya terkikis, karena ada pula yang transaksi penjualannya pakai ringgit Malaysia,” ucapnya.

Untuk itu, Fanshurullah mengharapkan agar badan usaha yang menyalurkan BBM subsidi khususnya Pertamina mau membuat SPBU di daerah perbatasan.

“Tidak banyak kan daerah kita yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, paling hanya di Kalbar, Kaltim, Timor Leste, dan Papua, buatlah masing-masing satu, memang berat dan bisa saja rugi, tapi kan ini sebagai kompensasi dari keuntungan mendistribusikan BBM di daerah lain, sebagai bentuk tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Sumber berita: http://finance.detik.com/read/2014/05/23/131558/2590634/1034/bph-migas-malu-kita-bbm-di-perbatasan-dipasok-malaysia?f9911023