PT EquityWorld Futures: Bank Indonesia meyakini, pengembangan uang elektronik akan mampu mengoptimalkan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, implementasi e-money secara komprehansif bakal menghapuskan kegiatan shadow economy akibat transaksi bawah tanah (money underground).

Pernyataan tersebut seperti diutarakan Asisten Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran BI, Susianti Dewi dalam seminar bertajuk “Peluang dan Tantangan Implementasi Layanan Keuangan Digital (LKD) di Indonesia” yang digelar Warta Ekonomi di Jakarta, Kamis (28/8). “Tidak akan ada negara yang bisa maju, kalau shadow economy masih terjadi,” kata Susianti.

Menurut dia, penggunaan uang tunai berpotensi terjadinya shadow economy, karena banyak transaksi yang tidak tercatat. Sementara itu, kata dia, penggunaan anggaran dalam penyelenggaraan negara masih banyak menggunakan uang tunai dalam menjalankan program kerja pemerintahan.

“Selama menggunakan uang tunai, pasti ada pengeluaran untuk keperluan ini dan itu yang tidak tercatat. Akan ada money underground di sini. PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) pastinya akan senang sekali bekerja kalau mendengar money underground,” paparnya.

Susianati mengatakan, negara yang bebas dari praktik shadow economy diyakini akan mampu menuju menjadi negara maju dengan lebih cepat. Karena, kata dia, tanpa adanya transaksi bawah tanah, maka pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih berkualitas. “Dengan e-money, semua transaksi pasti akan tercatat dan bisa diketahui regulator,” ucap Susianti.

Sumber berita: www.plasadana.com