EquityWorld: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada perdagangan saham sore ini. Bursa saham Asia melemah dan aksi jual investor asing makin besar memberikan tekanan ke indeks saham.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (11/9/2014), IHSG melemah 9,95 poin atau 0,19 persen menjadi 5.133,03. Indeks saham LQ45 turun 0,06 persen menjadi 872,88. Sebagian besar indes saham acuan utama cenderung melemah.

IHSG tertekan juga dipicu dari 131 saham berada di zona merah. Akan tetapi, indeks saham melemah ini tertahan dari 165 saham berada di zona hijau. Sementara itu, 85 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham hari ini cukup ramai. Ini terlihat dari total frekuensi perdagangan saham sebanyak 225.445 kali dengan volume perdagangan shaam 6,55 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 5,37 triliun.

Secara sektoral saham cenderung melemah. Sektor saham perkebunan turun 1,05 persen. Ini diikuti dengan indeks saham industri dasar merosot 1,28 persen, dan sektor saham pertambangan tergelincir 0,98 persen. Akan tetapi, sektor saham consumer goods cenderung menguat 1,72 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing cenderung melakukan aksi jual. Investor asing melakukan aksi jual bersih mencapai Rp 700 miliar. Sementara itu, pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 600 miliar.

Saham-saham yang mencatatkan top gainer dan penggerak bursa saham hari ini antara lain saham PT Bumi Resources Minerals Tbk turun 4,98 persen menjadi Rp 401 per saham, saham PT Timah Tbk tergelincir 4,21 persen menjadi Rp 1.250 per saham, dan saham PT XL Axiata Tbk anjlok 6,42 persen menjadi Rp 6.200.

Adapun saham-saham yang menguat antara lain saham PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) naik 18 persen menjadi Rp 118 per saham, saham PT Sitara Propertindo Tbk menguat 4,03 persen menjadi Rp 310 per saham, dan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mendaki 3,03 persen menjadi Rp 102 per saham.

Bursa saham Asia cenderung melemah pada hari ini. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,8 persen. Akan tetapi, semua indeks saham lain cenderung tertekan. Indeks saham Hang Seng melemah 0,2 persen, indeks saham Shanghai turun 0,3 persen, indeks saham Sydney tergelincir 0,5 persen, dan indeks saham Taipei merosot 0,4 persen.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menuturkan,  IHSG cenderung tertekan jelang sore seiring harapan suku bunga acuan/BI Rate tak sesuai harapan pelaku pasar. Hal itu mengingat inflasi Agustus rendah di 0,47 persen akan membuat BI Rate cenderung turun. Namun harapan itu tidak sesuai pelaku pasar.

“Aksi jual investor asing juga makin kencang karena BI Rate tetap. Sentimennya tidak terlalu bagus. Tadi pagi IHSG sempat naik didorong sentimen rebound,” ujar David.

David menambahkan, investor asing melakukan aksi jual terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) juga menekan indeks saham.

Sumber berita: www.liputan6.com