EquityWorld: Nilai tukar Rupiah terus tergerus ke zona negatif. Tetapi Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan tersebut masih wajar, karena tidak hanya Indonesia merasakan melemahnya mata uang tetapi negara lain mengalami hal serupa.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menegaskan, tren ekonomi Amerika yang kian membaik lantaran melakukan akselerasi dan kenaikan suku bunga. “Untuk menghindari terjadinya inflasi di Amerika, maka bank sentral Amerika naikkan bunga,” kata Mirza di Komplek Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/10).

Sejak krisis 2008 hingga sekarang, bunga di Amerika bertahan di angka 0,25 persen. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa angka itu segera melonjak. “Sekarang ekonomi Amerika sudah dua tahun akselerasi dan tampaknya akselerasinya itu makin kuat sehingga buat akan meningkat di tahun 2015.”

Tahun depan Mirza berharap konsensus di Amerika itu bunganya bisa mencapai 1,4 persen. Bahkan kemudian, di akhir 2016 bisa 2,5 persen sampai 2,8 persen di Amerika. “Jadi ini adalah tren di dunia bahwa dolar Amerika menguat terhadap mata uang lain jadi bukan terhadap cuma rupiah,” terangnya.