EquityWorld Futures: Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan Pilpres yang jatuh pada 9 Juli 2014 sebagai hari libur operasional berdasarkan Peraturan KPU nomor 4 tahun 2014.

Dengan begitu seluruh kegiatan operasional mencakup layanan kas, sistem pembayaran (kliring nasional dan bank Indonesia real time gross settlement), Bank Indonesia Scripless securities settlement System dan operasi moneter rupiah dan valuta asing juga tidak beroperasi.

Kepala Kantor Regional BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat terbitan untuk libur operasional saat pencoblosan. Artinya seluruh aktivitas keuangan di BI tidak akan ada selama Pemilu.

Namun ia mengimbau kepada perbankan yang ingin bertransaksi bisa melakukannya sebelum hari libur.

Pihaknya juga tidak membatasi apabila ada perbankan yang ingin melakukan operasional terbatas selama tidak mengganggu karyawan yang ingin melakukan pencoblosan.

Senada Kepala Kantor Regional VI OJK Sulampua, Adnan Juanda mengatakan selama Pilpres telah dikeluarkan surat resmi dengan nomor Psl 10 POJK no 01/04/PDK/VII/2012 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum no 4 thn 2014 tentang libur nasional.

Dengan aturan tersebut jika memungkinkan sebaiknya perbankan dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut.

Sumber berita: www.tribunnews.com