PT EquityWorld Futures: Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi bulanan Agustus 2014 berada pada posisi yang rendah. Bahkan, BI memprediksi inflasi pada bulan Agustus akan lebih rendah dibandingkan capaian inflasi pada bulan Juli lalu yang mencapai 0,93 persen.

“Aman, infasi surveinya masih rendah, rendah lah pokoknya. Angkanya belakangan saja, lebih rendah dari inflasi Juli,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung di kantornya, Jumat (22/8/2014).

Juda mengaku bank sentral belum dapat memberikan angka inflasi pada Agustus. Namun ia menjelaskan, secara musiman inflasi Agustus cenderung lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan Juli. Sebab, pada bulan Juli lalu terdapat hari raya Idul Fitri. Sehingga, inflasi pada Agustus akan lebih rendah.

“Ya kan dari sisi musimannya sudah tidak Lebaran, sudah tidak ada biaya sekolah. Sudah tidak ada biaya tambahan sekolah. Dua itulah yang menyebabkan (inflasi Agustus) lebih rendah. Agustus memang biasanya lebih rendah. Rata-rata angkanya saya lupa, tapi pokoknya Agustus itu lebih rendah dari Juli,” jelas Juda.

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir indeks harga konsumen Juli 2014 sebesar, 0,93 persen, inflasi tahun kalender sebesar 2,94 persen, inflasi tahun ke tahun (yoy) 4,53 persen, inflasi komponen inti 0,52 persen, dan inflasi komponen inti yoy 4,64 persen.

Inflasi Juli 2014 dipengaruhi utamanya oleh kelompok bahan makanan sebesar 1,94 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi 1 persen. Sandang mengalami kenaikan 0,85 persen, sementara transportasi dan jasa komunikasi naik 0,88 persen.

Sumber berita: www.kompas.com