Merdeka.com – Bank Indonesia menegaskan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2014 disebabkan oleh kontraksi pada ekspor barang tambang. Atas dasar itu, otoritas moneter itu berharap segala permasalahan yang menghambat ekspor barang tambang bisa segera dituntaskan.

EquityWorld Futures: Dengan begitu, ekonomi Indonesia di sisa tahun ini bisa kembali melaju kencang. “Isu dalam penerapan Undang-Undang Mineral dan Batu Bara bisa kemudian untuk diatasi. Apakah smelter-nya bisa dikembangkan? Apakah perusahaan tambang bisa diberikan izin ekspor? sehingga ekspornya bisa jalan lagi,” ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta, Jumat (9/5).

Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2014 tercatat 5,21 persen (yoy). Melambat dibandingkan triwulan IV -2013 sebesar 5,72 persen (yoy).

Perry menegaskan, kontraksi pada ekspor pertambangan tidak hanya terkait kebijakan pelarangan eskpor mineral mentah. Tetapi juga disebabkan oleh melemahnya permintaan dan penurunan harga komoditas dunia.

Sebelumnya, BI memerkirakan pertumbuhan ekspor barang dan jasa 2014 sebesar 8,1 persen-8,5 persen. Estimasi itu kemudian direvisi menjadi 1,5 persen-1,9 persen.

Sumber berita: http://www.merdeka.com/uang/bi-berharap-kinerja-ekspor-produk-tambang-segera-pulih.html