EquityWorld Futures: Di benak kita, jutawan atau miliarder adalah orang yang sukses dalam mengelola uang. Tentu saja, status jutawan tak mungkin diraih seseorang jika dia gagal dalam mengumpulkan dan mengatur kekayaan yang dimilikinya.

Tapi ternyata ada juga jutawan yang gagal dalam mengelola aset. Akibatnya kekayaan mereka menyusut perlahan-lahan sebelum akhirnya terpaksa menanggalkan gelar orang kaya yang harus dia raih selama bertahun-tahun.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seorang jutawan jatuh miskin. Rata-rata dari mereka melakukan kesalahan saat menanamkan modal. Alih-alih untung, si jutawan malah buntung. Apa saja kesalahan para jutawan dalam mengelola uang?

– Tidak melakukan diversifikasi investasi. Investor kenamaan Warren Buffet punya pepatah, jangan taruh uang dalam satu keranjang. Artinya kita harus menanamkan modal di berbagai sektor. Jangan terkonsentrasi pada satu bidang tertentu, karena jika gagal kita masih punya cadangan lain. Banyak cerita orang kaya yang jatuh miskin karena cuma menanamkan uang di bidang properti atau pertambangan, yang rawan merugi.

– Investasi tanpa rencana yang jelas. Banyak jutawan yang merasa sudah kaya, lantas menanamkan uang sembarangan. Mereka melupakan perhitungan resiko atau bahkan prospek bisnis sektor tersebut. Jadinya, mereka tidak melakukan investasi, melainkan berjudi dengan pertaruhan yang sangat tinggi.

– Membuat keputusan yang emosional. Saat berurusan dengan masalah finansial dan investasi, sebaiknya pasang sikap kalem, tenang, dan berkepala dingin. Banyak jutawan yang berubah nasib lantaran terlalu kalap saat menanamkan uang. Sikap emosional juga berbahaya, karena bisa dimanfaatkan oleh para penipu.

– Tak melakukan evaluasi. Setelah sukses, jangan lupa melakukan evaluasi. Apa yang salah dan apa yang sebaiknya diteruskan. Dalam beberapa kasus, para jutawan lupa mengukur diri dan mengevaluasi kinerjanya lantaran merasa sukses. Akibatnya, mereka gagal saat menempuh langkah berikutnya.

– Terpaku pada keberhasilan di masa lalu. Masa lalu dan masa depan jelas berbeda. Dalam bisnis, banyak variabel yang sudah berubah. Jika dahulu satu sektor bisnis bisa menguntungkan, belum tentu saat ini hasilnya sama. Hal ini yang kerap diabaikan para jutawan, sebelum kemudian terjebak dalam kegagalan.

Sumber berita: plasadana.com