Equity World Futures: Kepala Badan Kebijakan Fiskal Andin Hadiyanto mengatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan banyak opsi untuk rapat badan anggaran yang digelar siang ini. “Opsi yang disediakan ESDM pokoknya tentang pengendalian konsumsi bahan bakar minyaklah,” ujar Andin saat ditemui di gedung Kementerian Keuangan, Selasa, 3 Juni 2014.

 Salah satu opsi pengelolaan BBM bersubsidi yang akan ditawarkan pemerintah, kata Andin, yakni penghentian penjualan BBM bersubsidi setiap akhir pekan. Sebelumnya, pada Rabu, 28 Mei 2014, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pihaknya tengah mengkaji kebijakan tersebut. Pilihan penggunaan BBM nonsubsidi tiap akhir pekan itu ditawarkan lantaran masyarakat menggunakan BBM bersubsidi untuk berlibur.

Andin melanjutkan, jika usul kebijakan tersebut ditolak, pemerintah sudah menyiapkan opsi lain. Namun dia enggan menyebutkan opsi alternatif itu. “Inisiatif-inisiatif ESDM sudah kami terima. Kami hanya kasih masukan-masukan saja. Biar ESDM yang menjelaskan di rapat nanti,” ujarnya, setelah menghadiri rapat di Kementerian Keuangan.

 Pemerintah masih dapat menekan volume BBM bersubsidi yang saat ini diasumsikan sebesar 48 juta kiloliter. Kendati demikian, hingga April 2014, volume BBM bersubsidi telah terpakai sekitar 15 juta kiloliter.

Pekan lalu, pemerintah gagal menggelar pembahasan APBNP 2014 karena Jero tidak dilibatkan dalam rapat tersebut. DPR meminta pemerintah membawa Menteri ESDM itu agar dapat menjelaskan secara rinci keadaan BBM bersubsidi di Indonesia.

Dalam APBNP 2014, pemerintah akan memotong anggaran kementerian/lembaga hingga Rp 100 triliun demi menambal kebutuhan BBM dan listrik bersubsidi. DPR menilai asumsi pemerintah dalam APBN 2014 meleset.

Sumber berita: https://id.berita.yahoo.com/bbm-bersubsidi-diusulkan-tidak-dijual-tiap-akhir-pekan-034556439–finance.html