EquityWorld Futures: Pergerakan pasar modal Indonesia saat ini tidak terlepas dari aliran dana asing. Sepanjang tahun 2014, nilai transaksi asing mencapai 61% dari total transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) atau setara Rp 352,1 triliun, sementara domestik hanya 39% atau setara Rp 225 triliun. Hingga penutupan perdagangan kemarin, posisi net buy asing sudah mencapai Rp 41,146 triliun.

Analis OSO Securities Supriyadi menilai, tingginya angka aliran dana asing masuk ke pasar modal Indonesia menunjukkan jika pasar saham dalam negeri memang masih bergantung asing. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena Indonesia merupakan salah satu negara emerging market yang masih membutuhkan banyak peran asing di dalamnya.

“Kalau bicara itu bukan masalah dominasi. Ya itulah negara-negara emerging market hampir rata-rata seperti itu. Kita sebagai investor lokal juga harus bisa melihat kapan berinvestasi, kapan masuk kapan keluar, jangan hanya dari asing,” ungkap dia kepada detikFinance, Kamis (22/5/2014).

Meski begitu, Surpiyadi mengatakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan tetap positif di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi.

Dia menyebutkan, sepanjang tahun 2014 pergerakan IHSG akan berada di kisaran angka 5.300-5.600, diikuti dengan penguatan rupiah di level Rp 10.900 di akhir tahun ini.

“IHSG 5.300-5.600 sepanjang 2014. Rupiah Rp 10.900 di akhir tahun didukung neraca perdagangan kita yang positif dan ekspor yang membaik,” kata Supriyadi.

Namun demikian, dia menambahkan, selalu ada sentimen yang akan mengikuti penguatan-penguatan yang ada salah satunya soal jatuh tempo surat utang swasta dan pemerintah yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.

Warning-nya untuk valas ada surat utang swasta dan pemerintah yang jatuh tempo itu perlu waspada, kemungkinan ada koreksi,” tandasnya.

Sumber berita: http://finance.detik.com/read/2014/05/22/111452/2589321/6/banjir-dana-dari-luar-pasar-modal-indonesia-masih-digerakkan-asing