PT EquityWorld Futures Jakarta: Setelah tergerus aksi ambil untung (profit taking), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpeluang menguat pada pekan terakhir Agustus 2014. Investor kemungkinan terpengaruh sentimen positif keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan hasil pemilihan presiden.

IHSG kini bertengger di level 5.198,9, setelah mengalami koreksi 0,1 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Agustus 2014. Indeks menurun setelah sebagian investor menggelar aksi jual, mengingat harga sebagian saham sudah cenderung mahal. Namun penurunan indeks belum terlalu dalam, karena ditopang sebagian saham lapis kedua. Volume perdagangan mencapai 5,013 miliar lembar dengan nilai Rp 5,6 triliun. Investor asing membukukan net buy senilai Rp71,6 miliar.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 25 Agustus 2014, IHSG menurun ke level 5.194,5. Hingga pukul 11.15 WIB atau menjelang penutupan sesi I, IHSG terus melorot ke 5.188,7. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.200,01 dan terendah di titik 5.177,7. Volume perdagangan mencapai 1,98 miliar dengan nilai Rp1,47 triliun. Namun pada akhir perdagangan indeks masih berpeluang untuk menguat.

Di pasar uang, rupiah kini berada di level 11.773 per dolar atau menguat 19 poin. Rupiah menguat setelah keputusan Mahkamah Konstitusi yang secara otomatis memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden.

Namun laju rupiah terancam potensi penguatan dolar karena beberapa poin data ekonomi Amerika seperti angka pengangguran yang cenderung membaik. Selain itu, ada kecenderungan permintaan dolar yang meningkat untuk kebutuhan korporasi.

Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan berada di level 11.500-11.600 per dolar. Sedangkan IHSG berada di kisaran 5.180-5.250.

Setelah tergerus aksi ambil untung (profit taking), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpeluang menguat pada pekan terakhir Agustus 2014. Investor kemungkinan terpengaruh sentimen positif keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan hasil pemilihan presiden.

IHSG kini bertengger di level 5.198,9, setelah mengalami koreksi 0,1 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Agustus 2014. Indeks menurun setelah sebagian investor menggelar aksi jual, mengingat harga sebagian saham sudah cenderung mahal. Namun penurunan indeks belum terlalu dalam, karena ditopang sebagian saham lapis kedua. Volume perdagangan mencapai 5,013 miliar lembar dengan nilai Rp 5,6 triliun. Investor asing membukukan net buy senilai Rp 71,6 miliar.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 25 Agustus 2014, IHSG menurun ke level 5.194,5. Hingga pukul 11.15 WIB atau menjelang penutupan sesi I, IHSG terus melorot ke 5.188,7. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.200,01 dan terendah di titik 5.177,7. Volume perdagangan mencapai 1,98 miliar dengan nilai Rp 1,47 triliun. Namun pada akhir perdagangan indeks masih berpeluang untuk menguat.

Di pasar uang, rupiah kini berada di level 11.773 per dollar atau menguat 19 poin. Rupiah menguat setelah keputusan Mahkamah Konstitusi yang secara otomatis memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden. Namun laju rupiah terancam potensi penguatan dollar karena beberapa poin data ekonomi Amerika seperti angka pengangguran yang cenderung membaik. Selain itu, ada kecenderungan permintaan dollar yang meningkat untuk kebutuhan korporasi.

Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan berada di level 11.500-11.600 per dolar. Sedangkan IHSG berada di kisaran 5.180-5.250.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Sumber berita: www.plasadana.com