PT EquityWorld Futures: Kekerasan di Irak dan Suriah telah membawa harga emas naik ke level $ 1273 per ounce, naik sekitar 1 persen pada hari Kamis dan sekarang tengah berada di perjalanan untuk kenaikan beruntun lima hari terbesarnya sejak Maret lalu.

Setelah dibuka pada awalan yang baik pekan ini bullion telah mengalami periode kuartalan yang brutal. Seiring memanasnya krisis di Timur Tengah, apakah emas akan bisa kembalikan status perdagangan Safe Heaven-nya ?

œSaya rasa emas akan bergerak cukup baik dalam waktu dekat, ungkap kepala strategi portofolio institusi dari Oppenheimer, Andrew Burkly, meruju pada periode musiman bahwa emas akan cenderung naik di musim panas.

Namun Burkly tidak bertaruh pada œbouncing emas untuk jangka panjang. œSaya rasa dinamika sekuler masih akan membebani emas, katanya. œTekanan inflasi dasar yang biasanya akan muncul dari segala jenis percepatan perputaran uang atau kenaikan permintaan agregat masih relatif minim dalam fase pemulihan ekonomi saat ini. Saya belum melihat adanya hal itu.

Namun dari sudut pandang teknis, Richard Ross dari Auerach Grayson tidak melihat adanya alasan untuk memiliki emas pada level saat ini. œGrafik emas saat ini kurang menarik, katanya.

Ross menunjuk kepada dua level kunci pada grafik. Pada lower end (ujung bawah), support di 1180 per ounce dan higher end (ujung atas), resistance di 1400. œDiperlukan breakout diatas 1420 untuk ku menjadi tertarik kepada emas. Dan saya hanya melihat potensi kenaikan yang kuat bila menembus moving average 150-minggu atau kira-kira di area 1525 per ounce. (brc)