Equityworld futures – Emas berada di jalur untuk menuju level setinggi $ 1.500 per ounce, menurut seorang analis teknis, yang mengatakan lingkungan atau kondisi saat ini akan mengganggu hubungan terbalik yang biasa terjadi antara dolar AS dan logam mulia.

Menurut Ron William, Pendiri & Kepala Strategis Pasar di RW Market Advisory, pemilihan presiden yang akan datang akan menciptakan anomali terhadap pergerakannormal di pasar yang seiring investor menarik diri dari risiko eksposur pada sekitar waktu pemilihan 8 November nanti.

“Secara tradisional ya, korelasi terbalik selalu ada disana. Tetapi ada pengecualian dan saya pikir hal tersebut tidak hanya tergantung pada waktu pergerakan, tetapi juga pada penyebab pergerakan. Pada kasus ini, akan lebih banyak arus argumen safe-haven, pada dolar AS khususnya, mengingat apa yang mungkin terjadi pada sekitar siklus pemilu, “katanya kepada CNBC Squawk Box Europe.

Harga emas telah melonjak sekitar 20 persen sejauh ini untuk tahun 2016, merasakan titik puncak kenaikannya pada pertengahan Juli dan kemudian tergelincir terutama di sekitar awal Oktober. Logam mulia terpengaruhi beberapa faktor, termasuk komentar hawkish Fed, yang menyebabkan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga sehingga menguatkan dolar AS; Kekecewaan mengenai tindakan dari Bank of Japan; dan rilis dari data ekonomi AS yang lebih baik dari yang diharapkan.

Dalam pandangan William, titik harga saat ini menyisakan ruang untuk kenaikan.

“Emas sudah terlepas dari kondisi ˜overbought™ (dibeli lebih banyak dari yang dibutuhkan). Kami memiliki posisi yang sangat kuat pada level tinggi baru-baru ini – itu tampak seperti emas naik secara perlahan menyusul ketidakpastian pada hari Jumat lalu dan sekarang emas sedang terdorong ke atas, saya menduga bahwa hal itu secara teknis akan terus terjadi sampai logam kuning ini menyentuh angka $ 1.500, “prediksi dia.

Pandangan bullish ini kontras dengan outlook yang disodorkan oleh bank lain, termasuk Wells Fargo, yang mengatakan sell-off yang terjadi belakangan ini baru merupakan awal.

Menurut laporan yang ditulis pada awal Oktober oleh John LaForge, kepala strategi aset ril bank tersebut, “Apakah penurunan $ 60 harga emas merupakan awal untuk penurunan yang lebih dalam? Jawaban kami adalah ya, mungkin akan seperti itu.”

“Sejarah untuk emas, dan komoditas super-siklus menunjukkan bahwa emas sangat mungkin untuk kehilangan $ 200 / oz., Menguji level $ 1,050, sebelum saatnya untuk melakukan pembelian lagi,” ia berpendapat.

Sementara itu, bank lain yang meningkatkan bearishnya pada logam mulia yakni ABN Amro yang merevisi perkiraan emas pada pertengahan Oktober turun menjadi $ 1.200 pada 2016 dan $ 1.150 pada 2017.

Menurut laporan yang ditulis oleh Georgette Boele, co-ordinator FX dan strategis logam mulia, “Harga emas telah jatuh ke bawah rata-rata pergerakan 200-hari. Ini berarti bahwa uptrend tahun ini berakhir. Kami telah merevisi ke bawah perkiraan harga emas kami karena kita berpikir bahwa investor akan terus melakukan likuidasi”